Dibuka Kelas Aupair bulan Maret 2014. Limited 7 Orang. Segera Daftar di 08875324274 atau Pin BB 3304397F

Minggu, 02 Juli 2017

Katanya Join Aupair itu Gratis, tapi kok ada biayanya?

“Gratis 1 tahun di Jerman” kalian pasti sering baca kalimat itu disetiap postingan sosial media kami. Mungkin sebagian dari kalian ada yang tidak percaya atau bahkan salah paham dengan maksud caption tersebut. Mereka yang salah paham akan mengira program ini benar-benar gratis tanpa biaya apa pun. Sehingga saat berkonsultasi dengan kami mereka merasa terbohongi dan mengatakan “Katanya gratis tapi kok ada biayanya?”

Sebenarnya sudah tertera jelas disini “Gratis 1 tahun di Jerman”, coba deh kalian perhatikan dan pamahi lagi kata “di”. Bukankah itu berarti saat di Jermannya. Benarkan? Okey agar lebih paham, saya akan jelaskan lebih lanjut lagi.

Program Aupair ini memberikan kesempatan kepada peserta Aupair tinggal di Jerman secara Gratis selama 1 tahun. Namun saat masih di Indonesia tentu ada biaya yang perlu kalian bayarkan. Seperti yang kalian ketahui saat masih di Indonesia alias belum berangkat ke Jerman, para peserta akan melakukan pendidikan bahasa Jerman terlebih dahulu. Untuk peserta yang berasal dari luar kota, kami sediakan mess gratis jadi kalian tidak perlu cari kost disini.

Belum lagi saat pembuatan visa, banyak yang perlu disiapkan. Dan yang pasti kalian juga harus mencari keluarga (gast familie) yang mana kalian akan tinggal bersama mereka saat di Jerman. Tentu saja semua hal itu membutuhkan biaya, dan biaya itu pun kalian sendiri yang akan merasakan manfaatnya.

Setibanya kalian di Jerman dan tinggal bersama GF, saat itulah kalian akan merasakan “Gratis 1 tahun di Jerman”. Ya, selama 1 tahun kalian akan tinggal di Jerman bersama GF dan mendapatkan fasilitas pribadi. Segala biaya hidup kalian akan dibiayai oleh GF, bahkan kalian akan mendapatkan uang saku setiap bulannya. Tak akan hanya itu, GF akan ikutkan kalian kursus bahasa Jerman agar bisa lebih lancar lagi dalam berbahasa Jermannya.

Jadi kalian tidak perlu khawatir, karena biaya yang kalian keluarkan untuk mengikuti Program Aupair ini akan terbayar. Tentu saja karena kalian akan mempunyai pengalaman tinggal di Jerman selama 1 tahun. Tidak menutup kemungkinan juga kalian bisa keliling Eropa, bersama gast familie ataupun dengan teman kalian yang ada disana. Karena visa Aupair juga termasuk visa Schengen, yang mana bisa digunakan untuk keliling Eropa.

Coba bayangkan jika kalian hanya sekedar berlibur ke Jerman atau negara Eropa lainnya, mungkin kalian akan menghabiskan uang sebesar Biaya Program Aupair ini bahkan lebih, hanya dalam waktu seminggu saja. Sedangkan kalau mengikuti Program Aupair ini kalian bisa merasakan berada di Jerman dalam jangka waktu yang cukup lama. Bukan hanya sekedar berkunjung tetapi menetap disana selama 1 tahun. Dan seperti yang sudah dijelaskan diatas, kalian bisa keliling Eropa bersama GF secara gratis karena dibiayai oleh mereka. Kecuali kalian jalan-jalan sendiri atau dengan teman, maka kalian harus menggunakan uang sendiri.

Jadi, sungguh semua biaya itu akan terbayar dengan pengalaman kamu selama menjadi Aupair. Karena uang bisa dicari kapan saja, tetapi kesempatan tidak akan datang dua kali. Sekian tulisan singkat saya ini, semoga bermanfaat untuk kalian yang punya mimpi ke Jerman.

Terima kasih


Rabu, 14 Juni 2017

Kata Siapa, Wanita Hijab Terdiskriminasi?

Seorang wanita beragama Islam diwajibkan oleh Allah SWT untuk mengenakan kerudung atau berhijab. Ditambah negara kita, Indonesia dikenal sebagai negara yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam. Jadi banyak masyarakat yang beranggapan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh orang yang berhijab itu terkesan seperti menentang aturan Tuhan. Karena itu tak sedikit orang yang berkomentar bahwa Program Aupair ini "mendiskriminasi wanita berhijab".

Menurut saya kalian telah SALAH MENILAI program ini.

Program Aupair tidak melarang peserta yang berhijab untuk mengikuti program ini. Kebenarannya adalah program ini memiliki 2 (dua) kelas, yaitu kelas reguler dan kelas eksklusif. Kelas Reguler itu kelas yang selalu tersedia disetiap periodenya, sedangkan kelas Eksklusif itu kelas yang kita buka hanya saat banyak permintaan dari Agent di Jerman.

Kedua kelas itu mempunyai perbedaan dan terletak pada level bahasa Jerman yang harus peserta kuasai. Kalau kelas Reguler belajar sampai level 3 (B1) sedangkan kelas Eksklusif hanya belajar level dasar (A1). Dan setiap kelas pun mempunyai persyaratan yang berbeda-beda. Nah dipersyaratan inilah yang membuat diantara kalian salah menilai program ini. Untuk kelas Reguler tidak ada syarat khusus diluar level kemampuan bahasa Jerman. Dan di kelas ekslusif terdapat syarat khusus, yaitu peserta harus bisa bahasa Inggris aktif dan tidak berkerudung.

Jadi saya tegaskan, “Untuk wanita berhijab dan tidak bisa bahasa Inggris aktif, tetap bisa join Program Aupair dan masuknya yang kelas Reguler tidak bisa kelas Eksklusif”. Ketentuan itu sudah jelas dan yang pasti mempunyai alasan. Alasan ini lah yang harus kalian ketahui, agar kalian tidak lagi salah menilai program ini.

Dan alasannya, yaitu...
Pertama, kenapa harus bisa bahasa Inggris? Karena saat di Jerman nanti kalian akan tinggal bersama keluarga (gast familie) Jerman selama 1 tahun. Ikut menjalani segala rutinitas yang GF lakukan dan pastinya kalian akan saling berkomunikasi satu sama lain. Khusus yang kelas Eksklusif ini GF tidak menekankan Aupair menggunakan bahasa Jerman saja, mereka bisa berbicara secara billingual. Jadi karena itu peserta kelas Eksklusif diwajibkan bisa bahasa Inggris aktif dan hanya mendapat bahasa Jerman level dasar (A1).

Kedua, kenapa tidak bisa untuk wanita berhijab? Seperti yang kalian ketahui di negara Eropa banyak kejadian yang membuat mereka jadi lebih waspada dengan orang berpenampilan beda dari mereka. Sehingga pencarian GF untuk wanita berhijab itu cukup sulit, membutuhkan waktu sekitar 3-6 bulan. Tetapi kalian tidak perlu khawatir, masyarakat di Jerman tetap mempunyai rasa toleransi. Karena itu wanita berhijab masuknya kelas Reguler, agar memiliki kemampuan bahasa Jerman yang lebih yaitu B1. Bukan hanya level standar (A1) seperti kemampuan yang dimiliki kelas Eksklusif.

Oleh karena itu, wanita berhijab bisa join program Aupair dan masuknya kelas Reguler. Kalau soal biaya antara dua kelas itu memang berbeda, kelas Eksklusif lebih rendah daripada kelas Reguler. Kemampuan bahasa Jerman yang dimilikikan juga berbeda, kelas Reguler 3 level (B1) sedangkan kelas Eksklusif hanya level dasar (A1). 

Jadi sekali lagi saya tegaskan, wanita berhijab juga bisa mewujudkan mimpinya ke Jerman melalui Program Aupair ini. Buktinya banyak Alumni Aupair kami yang berhijab juga dan mereka mendapatkan perlakuan baik disana. Sekian tulisan singkat saya ini, semoga bermanfaat untuk kalian yang berhijab dan tidak lagi merasa terdiskriminasi oleh Program Aupair ini.

Terimakasih J

Selasa, 18 Februari 2014

Apakah Dari Pihak Aupair Akan Mengontrol ke Gast Familie Setelah Berada di Jerman?




Ini adalah pertanyaan dari calon peserta Aupair yang menghubungi saya beberapa hari lalu. Mungkin pertanyaan itu ada kaitannya pula dengan pembahasan Artikel saya, yang saya tulis beberapa hari yang lalu juga. Tentang suatu Negara yang menjadi Negara tujuan Aupair, namun sang Aupair itu mendapatkan perlakuan yang tidak pantas. Jika Anda membaca Artikel itu, mungkin Anda sedikit takut untuk dapat mengikuti Program Aupair Jerman ini. Dan pasti terbesit dipikiran Anda, pertanyaan seperti judul yang saya tulis diatas.

Sabtu, 15 Februari 2014

Mereka yang Menganggap Program Aupair Dengan Sebelah Mata



Untuk melanjutkan pembahasan tulisan kemarin yang berjudulkan “Budaya Indonesia yang Masih Belum Bisa Membedakan Antara Aupair dan Nanny”, maka saya menuliskan Artikel yang berjudulkan seperti diatas. Tulisan kali ini saya buat khusus untuk mereka yang masih menganggap Program Aupair ini hanyalah Program kacangan, Program tak bermutu dan tak ada gunanya. Maaf sebelumnya jika saya sedikit agak keras dalam pembahasan kali ini. Karena saya merasa sangat diremehkan sekali mengenai adanya Program Aupair Jerman ini. Pernyataan yang paling membuat saya tidak terima adalah bahwa Au-pair hanyalah sebuah kedok dari pencarian untuk menjadi Pembantu atau Baby sitter di suatu Negara.
Mungkin saya tidak perlu menjelaskan kembali kepada Anda mengenai Aupair Indonesia Jerman dengan Nanny, karena saya sudah menjelaskannya beberapa kali di tulisan saya yang sebelumnya.  Kali ini saya akan lebih membahas kepada sebuah pernyataan dari seseorang yang menceritakan kepada saya, bahwa temannya pernah menjadi Aupair di Amerika namun memiliki masalah dengan Gast Familienya. Gast familienya melakukan tindakan yang tidak di inginkan. Sang keluarga asuh laki-laki melakukan tindakan asusila kepada sang Aupair, dan sang keluarga asuh perempuan pun mengetahui kejadian itu, sehingga beliau membakar Visa milik sang Aupair. Dan disana pun Aupair bekerja full time tanpa waktu yang tepat. Inti dari cerita itu bahwa sang Aupair mendapatkan pengalaman sebagai Aupair dengan tidak menyenangkan.
Nah sekarang saya akan membahasnya satu persatu-satu untuk mengklarifikasi cerita tersebut. Perlu Anda ketahui, jika Anda ingin menjadi seorang Aupair, maka Anda harus mengenali betul bagaimana Sistem Peradilan dan Hukum yang berlaku pada suatu Negara yang akan Anda jadikan untuk tempat Anda homestay. Apakah jika ada kejadian yang tidak di harapkan seperti cerita diatas, Anda dapat mengadu atau melaporkannya? Dan apakah Anda akan mendapatkan perlindungan. Karena pada dasarnya setiap Negara memiliki Peradilan, Hukum dan ketentuan yang berbeda. Jika dikatakan bila menjadi Aupair di Amerika bekerja dengan full time, saya kurang tau dan bukan kewenangan saya untuk membahas itu. Karena yang saya bahas adalah menjadi Aupair Jerman bukan Aupair Amerika. Sekali lagi saya katakan kepada Anda untuk memperhatikan benar segala syarat dan ketentuan menjadi Aupair. Sementara di Jerman sendiri, keberadaan Aupair sangat dijaga sekali, Aupair diperlakukan seperti tamu special dan penting, karena Gast Familie di Jerman menganggap Aupair adalah bagian dari keluarga mereka yang akan menjaga anak mereka juga layaknya seperti kakak asuh bagi anaknya. Jika Anda mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, Anda bisa langsung datang dan melapor pada Kedutaan Jerman. Kedutaan Jerman pasti akan menanggapi dan melayani Anda. Sementara keluarga asuh Anda akan mendapatkan sanksi atau hukuman pidana.
Untuk itu pelajari dan pilih dengan baik Negara yang akan Anda jadikan sebagai tempat untuk mempelajari budayanya dengan baik.
Sekian dulu tulisan dari saya ini, semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat menjadi pertimbangan yang baik untuk Anda dalam mengambil keputusan untuk menjadi Aupair pada suatu Negara tertentu.
Salam :)

Masayu Yulin Vinanda

Jumat, 14 Februari 2014

Budaya Indonesia yang Masih Belum Bisa Membedakan Antara Aupair dan Nanny



Ini adalah tulisan saya, yang saya tulis berdasarkan debat saya dengan seseorang pada salah satu situs forum yang cukup terkenal di Indonesia baru-baru tadi. Awal debat yang sangat simple, bahwa sebuah postingan saya mengenai Program Aupair ini di anggap tidak penting. Ditambah lagi ada seseorang juga yang menganggap bahwa saya sedang mencari Baby sitter atau Pembantu untuk di Luar Negeri. Dan mengatakan bahwa saya adalah Agen dari pencarian pekerja Luar Negeri. Sungguh sesuatu yang amat sangat disayangkan, bahwa pemikiran orang kita, Indonesia hanya mampu memikirkan hal yang sempit dan menurut pemikirannya saja. Tidak pernah berpikir pada suatu hal yang lebih luas pengertian dan tujuannya.
Menjadi Aupair bukan berarti menjadi pembantu atau Baby sitter (Nanny), memang benar Au Pair dan Nanny sama-sama memiliki pekerjaan untuk mengurus anak. Dilihat dari satu sisi tugasdan kewajiban mereka memang mirip. Tetapi bukan itu tujuan utamanya, tujuan utama seorang Aupair yang paling utama adalah bagaimana Anda belajar mengenalbudaya luar langsung dari tempat dimana Anda berpijak. Bagaimana Anda belajar untuk mandiri saat tinggal disuatu rumah keluarga asing. Bagaimana Anda bersikap pada lingkungan baru Anda, pada orang-orang yang baru saja Anda kenal. Bukan untuk bekerja, karena Visa yang diberikan kepada seorang Aupair bukanlah Visa arbeit (pekerja). Seorang Aupair pun tidak diperizinkan untuk memiliki pekerjaan diluar atau kerja sambilan sebab itu dianggap Ilegal oleh pemerintah Jerman. Durasi Aupair Jerman pun hanya 1 tahun, sementara untuk seorang Nanny jauh lebih lama dan mungkin tidak ada terikatan kontrak berapa lamanya seorang Nanny bekerja pada suatu keluarga. Uang yang didapat dari seseorang yangmengikuti Program Aupair Jerman ini pun juga tidak seberapa, hanya 260 Euro sementara Nanny mencapai ribuan Euro. Sungguh perbandingan yang sangat jauh. Dan yang lebih membedakannya lagi adalah Tugas serta Kewajiban seorang Aupair denganNanny. Aupair hanya bekerja 5 jam sehari, dan mendapatkan hari libur Sabtu dan Minggu, sementara Nanny bekerja sepanjang hari dengan waktu yang tak ditentukan. Seorang Aupair bisa dibilang adalah seorang tamu yang sedang berkunjung dan menginap ditempat sanak saudara. Layaknya Anda menginap ditempat sanak saudara, sudah pasti Anda pun harus menjaga kebersihan rumah saudara Anda sendiri. Namun Anda juga tidak membersihkannya setiap hari kan? Dan tidak membersihkan seluruh ruangan yang ada. Anda hanya membersihkan apa yang telah ada gunakan, seperti membersihkan tempat tidur Anda sendiri. Sebagai saudara /keluarga pun, suatu hal yang wajar dan lumrah jika Anda membantu untuk menjaga anaknya yang masih kecil, jika saudara Anda sedang pergi. Apalagi Anda telah diberikan menginap ditempatnya. Begitu pun dengan Aupair, kita telah diberi tumpangan tempat untuk tinggal tanpa dipungut biaya apapun, oleh sebab itu ia meminta tolong kepada Anda untuk mengasuh anaknya selama 5 jam saja, dan Anda bukanlah dianggap sebagai Baby sitter, melainkan sebagai kakak asuh untuk anaknya.
Dan satu lagi penjelasan dari saya, bahwa saya memberikan segala informasi mengenai Aupair bukanlah sebagai Agen. Melainkan hanya sekedar untuk sharing tentang apa yang memang saya ketahui saat ini dengan sebenar-benarnya. Jangan bertanya oleh orang yang memang tidak paham betul mengenai Program Aupair Indonesia Jerman ini, sebab itu hanya memupus harapan Anda saja.
Sekian tulisan dari saya, semoga semakin membuat Anda semangat dan yakin untuk mengikuti Program Aupair Jerman ini. Dan mengejar mimpi-mimpi Anda untuk dapat menjelajahi Dunia Eropa :)
Salam

Masayu Yulin Vinanda

Kamis, 13 Februari 2014

Program Aupair, Mungkinkah Ini Hanya Program Penipuan dan Khayalan?



Mungkin ini adalah tulisan yang saya tulis berdasarkan kejadian semalam. Ada seorang wanita yang bertanya kepada saya melalui Whatsapp. Ia bertanya dengan pertanyaan yang bertubi-tubi, tiada henti. “ Ini Program Aupair periode Maret kan ya? Kira-kira berangkat ke Jermannya kapan? Apakah orang yang mengikuti Program ini pasti berangkat? Tidak ada seleksi atau kegagalan? Ataukah ini hanya Program Penipuan pada dunia maya? ”

Selasa, 11 Februari 2014

Mampukah saya melanjutkan Kuliah di Jerman melalui Program Aupair?

Di tahun 2014 ini, telah banyak mahasiswa atau mahasiswi yang mulai melirik Jerman sebagai tujuan untuk melanjutkan studinya. Bukan hanya dari Indonesia saja, tetapi beberapa Negara lain juga. Selain karena kualitasnya, faktor lain banyaknya mahasiswa asing berkuliah di Jerman adalah karena di Jerman tergolong murah dibanding Negara lain, bahkan sampai ada yang tidak di pungut biaya.
Namun, tidak semudah itu untuk mendapatkannya, beberapa hal seperti seabrek formulir, tes persyaratan, tempat terbatas, Visa, dan keuangan harus dilalui. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk studi di Jerman. Ada baiknya untuk memulai perencanaan jauh-jauh hari jika Anda tertarik untuk datang ke Jerman untuk belajar. Karena siswa harus dapat menunjukkan apakah mereka memenuhi persyaratan tersebut untuk studi di universitas, dengan melampirkan catatan akademis mereka sebelumnya.
Dari beberapa orang yang saya kenal dapat melanjutkan kuliahnya di Jerman, diantaranya adalah termasuk kedalam kategori orang yang memiliki otak sangat jenius, sebab ia dapat berkuliah di Jerman karena prestasinya yang membuat ia berhasil mendapatkan beasiswa . Dan orang selanjutnya adalah orang yang mempunyai kemampuan sedang, namun ia memiliki uang yang banyak untuk membiayai kuliahnya serta kehidupannya di Jerman.
Untuk Anda yang tidak termasuk kedalam kategori diantara dua itu, mungkin pupus setelah membaca tulisan diatas tersebut. Namun Anda tak perlu khawatir, banyak cara, banyak jalan untuk Anda yang mau berusaha, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika Anda mau . Ada salah satu Program yang banyak digunakan orang sebagai batu loncatan untuk melanjutkan kuliah di Jerman. Program itu adalah Program Aupair Indonesia Jerman.  Mungkin sudah banyak diantara tulisan lain yang menjelaskan apa itu Au-pair. Untuk sedikit mengingat saja, bahwa Aupair itu tinggal dirumah salah satu keluarga di Negara lain, Anda mendapatkan tempat tinggal gratis, makanan gratis, dan kursus gratis. Namun karena Anda telah diberikan beberapa fasilitas dengan gratis, maka Anda harus membantu keluarga asuh Anda melakukan pekerjaan rumah ringan seperti layaknya Anda membantu Ibu Anda dirumah. Anda juga membantu keluarga asuh Anda untuk menjaga dan mengasuh anaknya yang masih kecil, layaknya Anda menjaga dan mengasuh adik Anda sendiri. Disini Anda adalah kakak angkatnya bukan sebagai Babysitter. Anda dapat tinggal disana selama kurang lebih 1 tahun.  Lalu apa hubungan seorang Aupair Jerman dapat melanjutkan kuliahnya di Jerman? Bagaimana prosesnya seorang Aupair bisa melanjutkan kuliah di Jerman ?
Sebenarnya simple saja, Anda harus membuat keluarga asuh Anda nyaman dengan keberadaan Anda, karena Visa Aupair Jerman hanya berlaku selama 1 tahun, maka Anda harus mengganti Visa Anda  setelah masa berlaku Visa Aupair Jerman Anda habis, atau pindah Negara dan bahkan Anda kemungkinan pulang kembali ke Indonesia. Oleh karena jika keluarga asuh Anda merasa nyaman dan tak ingin Anda berpindah Negara, maka Anda harus mengganti Visa Anda menjadi Visa pelajar. Sementara untuk mengubah menjadi Visa pelajar dibutuhkan uang jaminan, dan disinilah peran keluarga asuh kita sebagai penjamin. Jika ditanya apakah akan mau keluarga asuh Anda menjamin Anda? Jelas tentu mau, karena ia tidak perlu lagi menerima Aupair Jerman yang baru, sebab belum tentu kinerjanya seperti Anda. Lebih baik ia mempekerjakan Anda kembali kan. Jadi kini semua sudah terjawab bukan? Bahwa hal yang sangat MUNGKIN jika Anda ingin melanjutkan kuliah melalui Program Aupair Indonesia Jerman ini.
Sekian 
Masayu Yulin Vinanda

Jumat, 15 November 2013

Silahkan kunjungi web baru kami

Terima kasih atas kesediaannya selama ini mengikuti blog kami, selanjutnya silahkan Anda kunjungi web resmi kami di www.infoaupair.com

Terima kasih

Rabu, 06 November 2013

Freiwilligedienst : Cara lain ke Jerman selain Aupair

Freiwilligendiest
Share info darii kawan sebelah, bagi yang mau ke Jerman tetapi tidak ingin mengikuti program Aupair.

Sebenarnya ada cara lain ke Jerman yang saya ketahui selain dengan cara Aupair, yakni dengan Freiwilligendienst (Kerja Sosial). Melalui Program ini siapapun bisa ke Jerman dan bahkan kalo saya baca sekilas ini Program lebih menarik daripada Aupair ke Jerman.
Berikut sementara saya akan jelaskan program ini secara singkat

Minggu, 03 November 2013

Dibuka Kelas Aupair Desember 2013

Dibuka Kelas Desember 2013

Bagi Anda yang ingin segera mewujudkan mimpi Anda ke Jerman, kami akan membuka kelas Aupair ke Jerman dengan biaya yang sangat terjangkau hanya Rp. 1.500.000,-

Program Aupair ke Jerman Kelas Desember 2013
  • Pendaftaran : Awal - Akhir November 2013
  • Kursus Bahasa Jerman : Desember 2013
  • Ujian Bahasa Jerman : Akhir Desember 2013
  • Pencarian Keluarga    : Januari - Februari 2014
  • Pengurusan Visa  : Maret 2014
  • Berangkat ke Jerman : April / Mei 2014

Kamis, 26 September 2013

Berapa sih Gaji seorang Aupair ?

Euro Mata Uang Eropa
Sore ini saya ditanyakan mengenai gaji seorang Aupair. Setelah lama tidak mengupdate blog ini, akhirnya postingan mengenai "Berapa sih gaji Aupair" jadi postingan saya yang pertama muncul lagi :-)

Jika kita berbicara mengenai gaji mungkin hal yang paling utama dan pertama yang jadi pertimbangan kita dalam memilih atau memutuskan suatu pekerjaan

Kamis, 05 September 2013

Share Pengalaman Aupair ke Jerman dari Alumni Program Aupair

Seminar Aupair
Sekedar bocoran untuk Seminar Aupair Tanggal 22 September 2013 bahwa kami akan menghadirkan salah satu Alumni Aupair program ini

Dia mengikuti Program Aupair Jerman ini selama setahun, dan akan bercerita banyak mulai proses pendaftaran program ini sampai akhirnya kembali ke tanah air tercinta ini.

Penasaran dengan siapa dia ? Yuk sama - sama hadiri Seminar Aupair ke Jerman Tanggal 22 September 2013 bulan ini, hanya tinggal 2 minggu lagi loh waktunya, dan seat yang tersisa saat saya menulis ini hanya tinggal 8 seat

Kamis, 29 Agustus 2013

Kenapa saya sulit mendapatkan keluarga asuh di Jerman ?

Pertanyaan ini juga datangnya dari teman-teman kita yang bertanya kepada saya " Mungkinkah seorang laki-laki menjadi Aupair ?', meskipun sebelumnya sudah saya bahasa disini, tapi saya akan  coba bahas kembali.

Pertanyaan ini bermula dari kawannya yang sudah mendaftarkan diri hampir 1 tahun pada web-web yang menyajikan Program Aupair Jerman ini, makanya dia berkesimpulan bahwa sulit mengikuti program ini.

Tulisan saya yang sebelumnya juga sempat membahas Tips & Trik Memilih Calon Keluarga Asuh mungkin saya tambahkan sedikit. Sebelum kita bahas ijinkan saya mengajukan pertanyaan terlebih dahulu

Bisakah saya dicarikan Gast Family (Keluarga Asuh) terlebih dahulu baru saya mengikuti program ini ?

Yuk sama- sama kita bahas postingan di atas "Bisakah saya dicarikan keluarga asuh terlebih dahulu, baru saya mengikuti Kursus Bahasa Jerman ?"

Mungkin pertanyaan ini ada juga dalam benak teman-teman semua, hehe. Gapapa yuk sama-sama kita bahas. Jawabannya adalah TIDAK, dan jika teman-teman masih berfikir seperti itu, maka sebaiknya dan saya mohon dengan hormat teman-teman urungkan niat teman-teman untuk ke Jerman, karena saya tidak akan membahas lebih jauh lagi jika masih ada diantara teman-teman yang bertanya seperti itu

Siapa sih saya ? Kenapa bisa dan berani membuka Program Aupair Jerman ?

Inilah Saya : Herr Ayunk
Siapa sih saya sebenarnya ? Karena banyak pertanyaan yang masuk maka saya akan coba jelaskan sedikit mengenai diri saya :-)

Amat banyak pertanyaan yang masuk mengenai " Siapa sih saya sebenarnya ?, bagaimana saya membuka Program ini ? yang yang paling banyak serta ada beberapa yang agak merendahkan saya adalah pertanyaan pernahkah saya sebelumnya mengikuti program ini ?. Saya akan coba jawab sedikit mengenai diri saya. Sedikit saja yah, kalo kebanyakan ntar gak cukup lagi postingannya :-)

Minggu, 25 Agustus 2013

Kenapa harus Aupair ?

Aupair Jerman
Aupair Jerman
Sebuah judul postingan yang kadangkala juga pasti menjadi pertanyaan kawan-kawan, kenapa harus Aupair ? atau dengan kata lain apa yang menjadi alasan yang kuat sehingga saya harus mengikuti program ini ?

Ada banyak alasan yang dapat dijadikan alasan mengapa kawan-kawan memilih program ini, antara lain : Keuntungan Menjadi Seorang Aupair, Nilai-nilai ynag bisa diambil sebagai seorang aupair sampai pada akhirnya bagi kawan-kawan yang ingin melanjutkan kuliah Aupair  juga dapat dijadikan latar belakang sebagai Batu Loncatan Kuliah di Jerman

Share Kursus Bahasa Jerman : Hanya 16 Hari

Bahasa Jerman Mudah !

Barangkali postingan kali saya kali ini tidak ada hubungannya dengan Aupair Jerman, tetapi saya hanya ingin mengatakan kepada kawan-kawan sekalian yang menganggap Bahasa Jerman itu SULIT, maka saya akan bantah dengan kisah nyata yang saya alami. So bagi teman-teman yang merasa berat mengikuti Program Aupair Jerman karena kendalan bahasa maka mari sama-sama kita simak yuk  cerita saya mengenai murid Kursus Bahasa Jerman Privat saya yang satu ini.

Beliau bernama Ibu Media Y.P. Pelamonia, kenapa saya sebut dengan beliau, karena beliau adalah salah satu dosen di UNIPA (Universitas Papua) Jurusan Matematika. Bagi kawan-kawan yang berasal dari Papua pasti mengenal beliau, sebelum di UNIPA beliau juga sempat aktif mengajar di UNCEN (Universitas Cendrawasih)

Sabtu, 24 Agustus 2013

Mohon Maaf Kuota Seminar Aupair Jerman Bulan Agustus 2013 Sudah Penuh

Mohon Maaf Kuota Penuh !

Aduh sebelumnya saya mohon maaf kepada A-Su (Aupair Sucher) semuanya yang gak bisa gabung ikutan Seminar Aupair Jerman hari ini, karena kuota sudah penuh. Terhitung kurang lebih 15 orang mulai semalam yang akhirnya terpaksa saya tolak datang karena memang kuotanya sudah penuh.

Saya hanya mengadakan Seminar Aupair Jerman untuk 15-20 orang per periodenya, karena mohon maaf banget, yang saya gunakan masih kelas kecil yang hanya mampu menampung dengan jumlah segitu. :-). Mudah-mudahan nanti / kelak kita bisa adakan dengan jumlah yang lumayan besar ya, entah kita sewa tempat yang lebih besar atau apa yah :-)